Gugusan Mata Ibu

Gugusan Mata Ibu Rantau sparring partner silaturahmi adalah tiga tradisi utama yang mewarnai perjalanan kepenyairan Raudal Tanjung Banua Di sini ia mencoba merumuskan konsepsi personalnya tentang rantau sebagai jar

  • Title: Gugusan Mata Ibu
  • Author: Raudal Tanjung Banua
  • ISBN: 9793062568
  • Page: 159
  • Format: Paperback
  • Rantau, sparring partner, silaturahmi, adalah tiga tradisi utama yang mewarnai perjalanan kepenyairan Raudal Tanjung Banua Di sini ia mencoba merumuskan konsepsi personalnya tentang rantau sebagai jarak yang mendekatkan Sesuatu yang semasa di kampung dianggap biasa, ketika diingat atau dikenang kembali, justru terasa baru Tanda, lambang, dan nama nama datang menggoda, mRantau, sparring partner, silaturahmi, adalah tiga tradisi utama yang mewarnai perjalanan kepenyairan Raudal Tanjung Banua Di sini ia mencoba merumuskan konsepsi personalnya tentang rantau sebagai jarak yang mendekatkan Sesuatu yang semasa di kampung dianggap biasa, ketika diingat atau dikenang kembali, justru terasa baru Tanda, lambang, dan nama nama datang menggoda, membantunya mencipta idiom, metafora, dan gaya pengucapan membuat perumpamaan, menghidupkan khazanah lama Tradisi rantau pula yang membawa Raudal ke Bali, bergabung dengan Sanggar Minum Kopi yang sekaligus mempertemukannya dengan penyair legendaris Umbu Landu Paranggi Situasi di sanggar tersebut digambarkan Umbu dengan ungkapan inspiratif sekaligus provokatif saling asah dan asuh, gosok dan esek, duet dan duel Sebuah situasi yang kemudian diterjemahkan kawan kawannya sebagai tradisi sparring partner.

    One thought on “Gugusan Mata Ibu”

    1. #10 - 2014membaca gugusan mata ibu adalah membaca kesabaran seorang penyair. ya. penyair yang sabar. Gugusan mata ibu adalah sebuah kisah perjalanan penyairnya dengan nuansa lokalitasnya yang kental. puisi-puisi di dalamnya bukan hanya hasil proses transformasi dari ide yang ada di kepala penyairnya menjadi sekumpulan kata-kata, tapi juga melalui pengendapan yang lama. ide diperam sedemikian rupa, pemilihan kata-kata, analoginya, metaforanya, juga pemakaian tanda baca, dan penggalan kalimatnya b [...]

    2. Pada kumpulan puisinya ini, Raudal Tanjung Banua mengkhususkannya pada karya puisi yang berusaha merangkum keindahan dan ketegaran seorang Ibu, baik secara khusus ibu yang mengandung, melahirkan, serta mendidik maupun ibu dalam arti lebih luas, yaitu alam semesta.Puisi-puisi Raudal pada kumpulan ini terasa begitu eksplisit, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan menampilkan kesan sederhana dan nyata.

    3. Sepasang mata yang berkabarMataku. Batu yang jatuhke lubuk mabukDipelukk dingin hening merayap tebingMenadah senyap dasardari situ aku ingin bergemuruh berkabarmengaliri jejak yang tertinggalBu, mataku boleh tak pulangke liangnyatapi airnya yang lelahjadi penyejuk hatimupenawar luka agar tak dalamMataku. Kembar sepasangdirenggut arus menderasdimabuk pelukmemecah diamBu, engkau ada di matakuwalau sekedar bayang di kulit air.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *