Ekspedisi Kompas: Hidup Mati di Negeri Cincin Api

Ekspedisi Kompas Hidup Mati di Negeri Cincin Api Mendaki gunung gunung api teraktif di dunia Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia Menyusuri jalur patahan raks

  • Title: Ekspedisi Kompas: Hidup Mati di Negeri Cincin Api
  • Author: Ahmad Arif
  • ISBN: 9789797096793
  • Page: 437
  • Format: Hardcover
  • Mendaki gunung gunung api teraktif di dunia Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi Perjalanan ini berujung paMendaki gunung gunung api teraktif di dunia Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi Perjalanan ini berujung pada sederet ironi sekaligus harapan terhadap negeri yang dibelit Cincin Api.Jutaan orang tinggal dalam jangkauan letusan gunung berapi, bahkan sebagian tinggal di dalam kaldera tanpa menyadarinya Kota kota tumbuh di jalur patahan, dibangun dari batu bata rapuh dan abai prinsip aman gempa Tsunami yang mengancam hanya dibentengi tanggul cacat, bukit yang dikeruk, bakau yang menyusut, alat deteksi dini yang dicuri, dan masyarakat yang lupa.Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada Juni Juli 2011 mengungkapkan minimnya pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana itu Hampir separuh dari 806 responden yang tinggal di zona bahaya tidak menyadari ancaman bencana yang sangat mungkin melanda daerah mereka.

    One thought on “Ekspedisi Kompas: Hidup Mati di Negeri Cincin Api”

    1. Pernahkah anda bertanya kenapa korban gempa dan tsunami tahun 2004 di Pulau Simeulue relatif sangat sedikit, yaitu 7 orang, padahal dari 178.128 penduduk Simeuleu sebagian besar bermukim di pesisir pantai. Adalah sebuah cerita Smong 07 (Smong tujuh) yang menyebabkan penduduk Pulau Semeulue lebih tanggap terhadap bencana. Smong 07 merupakan cerita tutur tentang bencana Tsunami tahun 1907 di Semuelue yang turun temurun dikisahkan dari generasi ke generasi. Cerita semacam Smong juga didapati di dae [...]

    2. Buku paling mahal yang pernah saya beli, tapi isi bukunya sangat sebanding dengan harganya. Seperti buku-buku Kompas yang lainnya, buku ini cara mendeskripsikan kejadiannya sangat baik sehingga pengetahuan saya sangat bertambah. Buku ini dapat menjadi pegangan bagaimana merencanakan mitigasi bencana di Indonesia. Fakta yang membuat saya cukup resah, perencanaan salah satu kawasan yang dulu dilanda tsunami di aceh. Kawasan tersebut kembali didirikan rumah rumah yang terlihat kurang terencana deng [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *