Supernova: Petir

Supernova Petir Tak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung Kau tak mungkin berpikir Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi

  • Title: Supernova: Petir
  • Author: Dee Lestari
  • ISBN: 9799822939
  • Page: 480
  • Format: Paperback
  • Tak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung Kau tak mungkin berpikir Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi membacakan wasiat Lupakan untuk berpisah dengan manis dan mesra seperti di film film Listrik membunuhmu dengan sensasi Begitu dashyatnya engkau hanya mampu terkulai lemTak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung Kau tak mungkin berpikir Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi membacakan wasiat Lupakan untuk berpisah dengan manis dan mesra seperti di film film Listrik membunuhmu dengan sensasi Begitu dashyatnya engkau hanya mampu terkulai lemas Engkau mati tergoda.

    One thought on “Supernova: Petir”

    1. Satu hal yang pasti tentang buku ini: INI ADALAH NOVEL TERLUCU YANG PERNAH SAYA BACA SELAMA INI. Saat saya mulai membaca, saya tak bisa berhenti untuk tergelitik dan terkikik dengan rangkaian kata dan alur yang unik dari novel ini. "Lucu" yang saya maksud di sini adalah dari sudut pandang yang berbeda. Lebih bersifat lucu yang sarkastik-sinis, bukan seperti lucu saat kita membaca novel Lupus atau yang sejenis.Sedikit flashback, saya termasuk golongan pembaca Supernova series secara terbalik, yai [...]

    2. hmmmbuku ini bisa di bilang beda ama dua buku sebelumnyaceritanya lebih bisa dimengertitapi tetep aja tiap buku punya kelebihan masing-masingnggambaran ceritanya bagus banget, khas deetapi jujur aja gw tetep paling suka buku pertama nya, ksatria, putri dan bintang jatuh

    3. Di buku Petir ini memperkenalkan tokoh baru yang bernama Elektra. Ayah Elektra adalah seorang tukang listrik sehingga dia menamakan kedua anaknya dengan nama yang berhubungan dengan listrik yaitu Watti dan Elektra. Sepeninggalan ayahnya, Watti menikah dan pindah ke papua sehingga Elektra harus tinggal sendiri. Karena terbiasa bersantai dan bermalas-malasan sulit buat Elektra untuk hidup mandiri. Dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya yang ternyata meskipun sudah sarjana, sulit buat dia un [...]

    4. SinopsisBuku ini terdiri dari tiga Keping yang merupakan kepingan lanjutan dari dua seri sebelumnya. Keping 37 akan menghadirkan kembali tokoh Dimas-Reuben yang keduanya akan berurusan dengan kiriman e-mail Gio yang mengatakan bahwa Gio sedang melakukan pencarian terhadap Diva yang menghilang.Keping 38 adalah inti cerita keseluruhan dari buku ini. Menceritakan tentang kehidupan Elektra, seorang Cina yang dipaksa bertahan hidup dengan sisa-sisa peninggalan Ayah yang telah meninggal. Elektra hidup [...]

    5. Buku ini lucu =))Di awal sempat diceritakan tentang Dhimas dan Reuben, yang hubungan mereka kini menginjak 12 tahun. Selebihnya sampai akhir, Petir fokus pada kehidupan seorang Elektra Wijaya.Dari masa kecilnya yang ia lalui dengan Dedi (daddy) & Watti, kakaknya, hingga kemudian saat Dedi meninggal, Watti pindah ke Tembagapura untuk ikut hidup dengan suami, Elektra tinggal seorang diri di Eleanor, nama rumahnya yang serupa bangunan Belanda. Elektra pun mulai mencari kerja. Dari bidang MLM sa [...]

    6. Wooaaa Ini adalah seri Supernova favorite sayaSetelah Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh dan kemudian Akar dengan symbol kontroversialnya, datanglah Petir. Mungkin selera saya bisa dibilang aneh. Karena kebanyakan orang jatuh cinta dengan buku karena plot-nya atau alur ceritanya yang menarik dan menggairahkan. Kalau saya lebih sering jatuh cinta dengan tokoh atau karakternya. Sebagai contoh, Lord of The Ring, ketika semua orang begitu mengagungkan Frodo, saya justru cinta setengah mati dengan Arag [...]

    7. Really love this one. One of the must-read-books when you have a bad day, PMS or broken-hearted day :D. The main character Elektra is really comical yet very down to earth. You can see piece of her in yourself, your friends', even in bunch of clueless teenagers you meet in shopping malls. This book is amusing, witty, smart and simple.

    8. Tokoh utama pada episode Petir ini adalah seorang gadis bernama Elektra. Elektra lahir dari keluarga sederhana, dia hidup bersama ayah dan kakaknya Watti. Ibunya meninggal ketika Elektra masih kecil sedangkan Ayahnya seorang tukang listrik dan membuka usaha bernama Wijaya Elektrik. Elektra adalah sosok yang unik, ia senang menonton kilatan petir semenjak kecil akibat pernah tersetrum aliran listik. Kematian ayahnya membawa satu babak baru dalam kehidupan Elektra karena tak lama setelah kematian [...]

    9. Ini novel terakhir trilogi Supernova. Gue pikir semua bakal terjawab dalam buku ini, ada konklusi, ada penjelasan gitu lah tapi kok nggak jelas juga ya? malah ada karakter baru, si Elektra yang terus buka bisnis warnet. But after that? udah nggak ada apa-apa, nggak jelas hubungannya sama Bodhi, terus sama (siapa nama si cewek cantik yang kerja jadi PSK?) LupaBakal ada buku lanjutannya lagi po? nggak jadi trilogi lagi dong.

    10. gila!!!! ini buku adalah buku yang paling ngawur ama judul tapi buku ini sangat bagus karena sanng author tidak terpaku ama judul,dan dia bisa membangun karakter elektra yang cuek di tengah2 yg berusaha membuktikan dia bisa berbuat sesuatu tanpa merepotkan orang lain,pemilhan kata kata na sangat unik dan enak dibaca,si dee ini memaksa kita untuk menyelami kita dalam pertemuan 5 karakter di 5 buku butz yang baru muncul bary 2 buu,mba selese in donkzzzzzzzzz

    11. wow, ini buku supernova yang.a dramanya seperti buku pertama.a keajaiban2nya seperti buku duatapi lucu! banget!ya ampun, pdhl kyanya nulisnya biasa aja tp aku bs sampe ketawa2 ngakak. nyantai, tp ttp bisa bikin amazed dgn seluruh benang merah supernova-nya.

    12. “Maaf, siapa namanya tadi kak? Elektra. Elektra-jarang ada yang tahu alasan sebenarnya. Ayahku seorang tukang listrik, atau-eh-ahli elektronik, bernama Wijaya. Tertuliskan besar-besar di plang depan rumah kami dulu : Wijaya Elektronik – Servis dan Reparasi. Kalau namaku Elektra dan ayahku tukang listrik, bisakah kalian tebak siapa nama kakakku? Watti. Ya, dengan dua t.”Bwahaha Begitulah cara tokoh utama kita bernarasi, Elektra atau akrab dipanggil Etra Yang sebenarnya berharap nama kakakkn [...]

    13. suerrraku suka sekali buku inirkisah tentang pencarian jati diri seorang gadis bernama elektra. Seorang gadis yang selalu merasa kalah dengan kakaknya Watti yang cantik jelita. Hidupnya berubah, dimulai dengan pertemuan dengan seorang perempuan aneh yang bisa melihat adanya kekuatan supranatural elektra. Yup.mpai disini, kisahnya sedikit berbau mistis.tapi bukan kelebihan supranaturalnya yang membuat Elektra berubah. Yang merubahnya Internet!Bersamaan dengan berkembangnya kemampuan supranaturaln [...]

    14. Dibandingkan dengan KPBJ dan Akar, Petir jauh lebih ringan dan lebih banyak humornya.Masih banyak pelajaran tentang filsafat, makna hidup, dan spiritual yang dihidangkan Dee di novel ini. Memasang Elektra sebagai tokoh utama (yang jujur saja, mengingatkan saya pada seorang teman) yang madesu walaupun sarjana, dan akhirnya membuka usaha one-stop entertainment murah meriah (warnet & rental PS) bersama Mpret (yang juga mirip teman saya) dan beberapa orang temannya.Saya tertawa saat membaca kisa [...]

    15. Jujur ini aku baca udah lama banget tapi lupa mulu mau diganti bookshelves.Dan aku juga udah lupaaa aaaa :(Yah intinya sih kalo disini, walaupun fine, agak lama, tapi seruuu banget. Karakter utamanya ceria tapi pemalas banget, tapi uniknya juga unik banget deh.Kalo di lihat dia cuma cewek yang punya rasa takut seperti manusia biasanya. Aku sih gambarinnya gadis ini tuh mungil tapi bajunya yang lawas banget gitu. Hahaha.Trus aku sempet sedih nggak ada kelanjutan kisah cintanya, padahal bisa lho k [...]

    16. Lebih mudah dicerna daripada Akar. Lebih cepat selesai bacanya daripada KPBJ, kurang lebih dalam waktu 1 hari saja *standing applause* :'D Memang lebih susah untuk berhenti baca karena buat penasaran.Tentang seorang anak perempuan sebatang kara bernama Elektra dengan 'kelebihan'nya. Sekali lagi jalan ceritanya ga biasa, unik, ga bisa ditebak. Suka!

    17. Ini dia ih buku yang bodooooorrrrrrrrrrrrrr banget! Petir nemenin aku pas lagi heboh-hebohnya morning sickness. Cekikikan deh aku bacanya, apalagi kalo pas si Etra lagi nimbrung sama Mpret dkka-ada aja tuh orang-orang warnet itu.Sayangnya ga punya fisiknya, cuma dapet minjem dari Uie.

    18. Awalnya saya ngerasa salah baca buku ini. Kenapa? Kok aneh. Sama sekali gak ada di pikiran saya kalo ceritanya seperti itu. Tapi lama-lama saya bisa menikmati setiap kisah tokohnya (Elektra). Krisis identitas yang didapat akhirnya berbanding dengan apa yang diraihnya. Dan yang gak kalah penting, ceritanya kocak dan ada meaningnya. Ah, harus baca terusannya ini mah.

    19. Kocak XD Mulai dari STIGAN, Klinik Elektrik Wijayik (yang sering dikira orang sebagai "wajik"). (view spoiler)[Sangat patah hati waktu Bu Sati yang digambarkan seasih itu di sini ternyata adalah seorang sarvara di Intelegensi Embun Pagi (hide spoiler)]

    20. Cerita tentang membangun bisnisnya membuatku tertawa. Sungguh. aku benarbenar tertawa. ya, berhasil kan cuma ada dalam cerita, contohnya dalam novel ini. kenyataan punya garisnya sendiri. minimalnya, etra tidak mendapat cap kapitalis gratisan, haha

    21. I liked it more than its precedent. Lebih ringan dan lebih jenaka. Proven that Dee can write in so much emotions

    22. Jarak baca antara buku 2 sama 3 ini juauh banget ya, wkwkwk.Tapi, aku suka. Narasi Elektra kocak banget, sampe harus ngempet ngakak biar nggak disangka edan. :P Di awal-awal, agak kerasa kayak Kugy di Perahu Kertas. Tapi makin ke belakang, wah, lucu-lucuan dia udah jadi ciri khas tersendiri.Perkembangan ceritanya juga enak diikuti. Ngalir banget. Apalagi pas udah ketemu Mpret, dan cowok itu mulai corat-coret proposal si A. Mulai deh, ngakak guling-guling nggak bisa dikontrol. Wkwkwk.Aku sebenern [...]

    23. Sudah lama absen dari supernova dan baru muncul niat nyelesein baca semuanya. Seperti biasa, diluar ekspektasi dan gak nyangka petir akan di kemas seringan ini dan dibumbuhi humor-humor yang bisa bikin ngakak. Takut dikira gila juga awalnya baca buku tapi bisa sampe ketawa2 hahaha. Mba Dee menghidupkan semua tokoh dan punya peran masing-masing. Tapi paling kagum sama Elektra dan Mpret. Elektra: dari mulai nol yg ga ngapa2in dan udh ga punya sapa2, mencari jati diri, sampe nemu apa yg dia cari da [...]

    24. Orang sunda barangkali bilangnya buku ini bodor. Orang Jakarta barangkali bilangnya buku ini kocak. Kalo orang Surabaya bilangnya buku ini: koplak!Adalah buku ketiga dari seri Supernova yang menceritakan tentang kehidupan Elektra dan prosesnya menemukan bakat terpendamnya yang ternyata berhubungan dengan listrik. Ada 3 bab--yang biasa disebut keping--di mana keping pertama dalam buku ini diisi dengan sekilas cerita Dhimas dan Reuben. Nggak usah diceritain lah ya Dhimas sama Reuben ngapain, biar [...]

    25. Supernova: Petir---------------------------------------------------------------------Saya kembali dibuat penasaran dengan menghilangnya Diva. Bagian awal buku ini yang memperlihatkan Dhimas yang mendapatkan email dari Gio membuat saya geregetan. Bagaimana bisa email Dhimas ada di emergency contact list yang ditinggalkan Diva? .Lalu, cerita beralih kepada Elektra, seorang gadis berdarah Sunda-Tionghoa yang tinggal di Bandung. Saya dibuat tertawa sesekali melihat tingkah Elektra dan Kakaknya, Watt [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *