Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Kau Aku Sepucuk Angpau Merah Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta Akan ada setidaknya kali dalam setiap detik kal

  • Title: Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
  • Author: Tere Liye
  • ISBN: 9789792279139
  • Page: 485
  • Format: Paperback
  • Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap harap cemas, gemetar, malu malAda tujuh miliar penduduk bumi saat ini Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap harap cemas, gemetar, malu malu menyatakan perasaanya Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain Sama istimewanya dengan kisah cinta kita Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini Juga tidak memerlukan komentar dari orang orang terkenal Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana mana seberapa spesial kisah cinta ini Ceritakan kepada mereka Seperti biasa, Tere Liye selalu bisa mencungkil hal hal istimewa dari kehidupan yang tidak menarik perhatian Belinda, calon dokter gigiTentang cinta pertama yang begitu memukau, mengajari tetapi tidak menggurui Ayu Aditya Saputri, calon guru SLB Jika selama ini kita sering dijejali cerita cinta termehek mehek, maka Borno dan Mei adalah orisinal cerita cinta tentang pengorbanan yang tidak akan membuat kita menjadi mellow Ariza, guru TK Novel yang berbeda Mengangkat profesi yang tidak pernah ada di novel mana pun Kisah cinta yang sederhana, indah, dan klasik Umi Futikhah, guruSaya berdoa semoga saya bisa menjadikan anak lelaki saya bujang berhati paling lurus seperti Borno Amin Putri, buruh pabrik

    One thought on “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah”

    1. WARNING : Reviewnya panjang. Sepanjang Jalan Kenangan Sungai Kapuas.Begitu banyak petuah tentang kehidupan yang dituturkan dari mulut ke mulut secara turun-temurun. Konon, ada empat hal yang sudah menjadi ketetapan manusia, yang mereka katakan sebagai takdir. Jodoh, pertemuan, kematian, dan rejeki. Takdirlah yang menyebabkan Borno bertemu gadis manis sendu menawan yang menumpang sepitnya pagi itu. Tak pernah sekalipun Borno pernah berpikir jika akhirnya mengemudikan sepitlah yang menjadi penopa [...]

    2. teman ketika di tinggal liburan oleh temen2 tercinta dan gak disuruh pulang kampungkarya bang tere yang bikin jantung kebat kebit gak karuan ooh banyak banget kata2 ajaib di buku ini yang bikin aku geleng2 kepala apa lagi kata2 yg di ucapin ama pak tua aaah serasa lagi tutorial mengenai cinta tokoh utama buku ini adalah Borno "bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian kapuas" panjang banget ya gelarnya wkwk tapi kisah cinta abang borno patut di acung jempol o my Allah aku ngerasa kisah ci [...]

    3. Judul : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau MerahPengarang : Tere LiyeTebal : 517 HalamanPenerbit : Gramedia Pustaka UtamaCetak : Januari 2012ISBN : 978-979-22-7913-9 Awalnya aku ragu-ragu untuk membaca novel ini. Itu bukan berarti aku tidak suka membaca novel tapi karena novel pilihanku biasanya novel-novel suspense, fantasi atau jenis historical romance yang lagi marak akhir-akhir ini. Keraguanku semakin kuat dengan kenyataan bahwa penulis novel ini, Tere-Liye adalah penulis anak negeri. Maaf, t [...]

    4. "Sungguh, meski melanggar wasiat Bapak, aku berjanji akan jadi orang baik, setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras - meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit."Itulah janji yang diucapkan oleh Borno, seorang pemuda berusia 22 tahun yang tinggal di Pontianak. Kisah ini adalah cerita tentang seorang pemuda biasa, yang sepertinya tidak istimewa, namun sesungguhnya ia adalah seorang bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas.Buku ini dimulai [...]

    5. Ibu, usiaku dua puluh dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seseorang yang diam-diam kukagumi. Tapi sore ini, meski dengan menyisakan banyak pertanyaan, aku tahu, ada momen penting dalam hidup kita ketika kau benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi di hati. Sesuatu yang tidak pernah bisa dijelaskan. Sayangnya, sore itu juga menjadi sore perpisahanku, persis ketika perasaan itu mulai muncul kecamba [...]

    6. Gak terlalu greget dibanding novel Tere Liye yang lainnya Padahal biasanya novel Tere Liye bisa abis dilahap 2 ato 3 hari Yang satu ini agaknya terlalu lama untuk standar novel Tere Liye :DTapi, yang pasti endingnya "PUGUH"“Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borna. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagi perangai norak lainnya. Tidak us [...]

    7. Memahami Cinta dengan Lebih Baik Lewat Novel “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah"Identitas BukuJudul : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau MerahPenulis : Tere LiyePenerbit : PT Gramedia Pustaka UtamaTahun terbit : 2012Ukuran : 13.5 x 20 cmTebal buku : 512 halamanISBN : 978 – 979 – 22 – 7913 – 9 “Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena unt [...]

    8. Tere Liye sepertinya selalu punya cara baru untuk memberikan petualangan berbeda dalam setiap buku yang dihasilkannya. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah sebuah roman yang lengkap ada kisah percintaan, persahabatan, hingga makna kehidupan yang terkandung dari setiap untaian kata. Saat membaca sinopsis novel ini, aku pun mengakui jika kita akan terus merasakan jatuh cinta, tidak hanya pada pasangan, keluarga, pekerjaan ataupun hohi yang kita lakukan. Novel ini mengisahkan perjalanan kehidup [...]

    9. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah karya Tere Liye yang pertama kali saya baca. Berawal dari rasa penasaran karena Gramedia Pustaka Utama sebelumnya beberapa kali telah mengadakan kuis yang berhubungan dengan novel-novel Tere Liye. Bahkan kali ini Gramedia mengkhususkan untuk mengadakan lomba resensi novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah. Sempat muncul pertanyaan dalam diri saya, apa hebatnya karya-karya Tere Liye sampai Gramedia begitu sering mengangkat ke dalam kuis maupun lomba? Saya [...]

    10. Oke, buku yang baru saya selesei saya baca berjudul “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah” karya Bang TereLiye. Dan seperti biasa, tulisan bang Tereliye selalu berhasil menguras emosi saya. Buku ini bercerita tentang anak Pontianak bernama Borneo yg kerap dipanggil Borno. Borno jatuh cinta pada salah seorang penumpang sepitnya yang meninggalkan sebuah amplop berwarna merah alias Angpau yang awalnya dikira hanya Angpau biasa. Borno selalu menjadi antrean sepit no 13 untuk bertemu dengan Gadis i [...]

    11. Sebelumnya terima kasih Bang Tere dicover belakang ada endorsement atas nama saya :). Senangnya terpilih diantara sekian ribu anggota fan page-nya. Saya sudah baca versi online-nya, Bang Tere bilang ending versi novelnya akan berbeda. Hmm,, penasaran tapi baru baca sampai bab 2.Akhirnya selesai juga baca buku ini. Novel ini membuat saya tergelak dan tersedu. Teman sejati dan cinta sejati, saya menemukan definisi lain tentang kedua hal itu dalam 'Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah'. ' Cinta sejat [...]

    12. Gramedia adalah tempat yang saya tuju selama dua hari berturut-turut demi menamatkan novel ini. Well novel ini masih seputar cinta. Uniknya, Tere Liye (lagi-lagi) berhasil mengemas detail kehidupan sehari-hari dengan jalinan kata yang eksotis. Bagi kebanyakan orang, kejadian sehari-hari yang memiliki ritme biasa terlalu sulit dituangkan dalam kata demi menghasilkan sesuatu yang menarik untuk dibaca. Tapi tidak bagi seorang penulis, seremeh apapun detail itu, mereka selalu mampu menyulapnya menja [...]

    13. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah sejatinya bukanlah novel baru. Naskahnya pertama kali muncul pada bulan Juli 2010 melalui catatan di Facebook Tere Liye dan blog sang penulis. Naskah yang awalnya berjudul Kau, Aku & Kota Kita ini dibuat berseri dan diterbitkan hampir setiap hari. Kehadiran serialnya ditunggu ratusan pembaca setia penulis novel best-seller ini.Tere Liye tak merasa takut jika ide novelnya dicuri atau justru dibajak. Iapun tak perlu khawatir novel “open source”-nya ini ta [...]

    14. Kali ini Tere Liye mengambil setting pulau tercinta saya, Kalimantan. Tapi bukan Kalimantan Selatan kampung halaman yang takkan pernah terganti untuk saya cintai sepenuh hati walau kini banyak berpijak di Kalimantan Bagian Timur. Tapi Kalimantan Barat, satu daratan tapi jika menempuhnya lewat udara harus singgah dulu di Pulau Jawa. Tidak ada penerbangan langsung ke Pontianak dari Banjarmasin (dulu sih, entah sekarang.) Dari Balikpapan saya tak tahu dan enggan mencari tahu sekarang :pTokoh utama [...]

    15. Pandangan pertama selalu terhalang oleh kemasan, layaknya ketika kita bertemu buku, hei ada apa dengan Kemasan, baik itu kemasan judul maupun cover sehingga mudahnya kita mengambil kata “penting” dan “tak penting” tak mau tahukah apa yang ada didalamnya, buku ini mengemas kesederhanaan, perasaan sederhana, kehidupan yang sederhana pula, BORNEO “Borno” anak bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Sungai Kapuas, buku ini mengemas perasaan-perasaan sederhana, bahkan mungkin kit [...]

    16. selalu suka sama gaya penulisan bang Tere Liye >.<buku ini tentang cinta pertama yang sederhana, tetapi dipaparkan secara apik dan menarikjalan ceritanya mengalir begitu ajajadi nggak bosen bacanya meski sebenernya agak lumayan tebal untuk sebuah novel percintaantetapi pelajaran yang bisa diambil disini bukan cuma ttg itu saja, terutama dari perkataan dan cerita Pak Tua, banyaaak yang bisa jadi inspirasi =) my favorite part is"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, [...]

    17. Borno—bocah yang namanya didapuk dari nama pulau tempatnya tinggal, Borneo—berasal dari keluarga yang turun-temurun bermata pencaharian di sekitar Sungai Kapuas, sungai terbesar di Indonesia yang juga digunakan oleh sebagian besar penduduk Kota Pontianak sebagai lahan untuk mencari nafkah, terutama bagi pengemudi-pengemudi sepit—kendaraan air untuk melintasi antar dermaga di Kota Pontianak. Borno kecil merupakan anak yang ceria dan selalu ingin tahu, ia tinggal di gang sempit di tepian Sun [...]

    18. Kota Pontianak adalah salah satu kota yang Istimewa di Indonesia, selain karena terdapat tugu katulistiwa, nama kota ini pun bisa dibilang unik. Kata Pontianak sejatinya adalah nama sejenis hantu yang terkenal di daerah tersebut. Alkisah karena kemenangan Sultan Alkadrie melawan hantu Ponti ini, maka peristiwa itu dikenang dengan cara memberikan nama Pontianak sebagai nama kota ini. Sayangnya tak banyak buku-buku yang menuliskan cerita berlatar kota Pontianak. Maka ketika saya tahu bahwa kisah d [...]

    19. Manis. Sederhana. Kocak. Menyentuh.Novel romansa yang sangat mengesankan, betul-betul salah satu yang terbaik yang pernah saya baca. Saya gregetan sepanjang membaca, saking unyunya kisah cinta antara Borno dan Mei. Asli, saya belum pernah secengar-cengir ini baca kisah asmara. Sampe gemes-gemes sendiri--ngikik-ngikik, nahan ketawa, pengin cubit-cubit mereka berdua.Borno, tokoh utama di sini sekaligus si narator, adalah anak muda pengemudi sepit (perahu bermotor) yang tinggal di tepi Sungai Kapua [...]

    20. “Bapak belum mati!” aku berteriak marah. “Bapak kau tahu persis apa yang dia lakukan, Borno.” Ibu bersimbah air mata memelukku erat-erat.“Bapak belum mati! Kenapa dadanya dibelah!” Aku berusaha menyibak tangan Ibu.“Secara klinis sudah meninggal.” Itu penjelasan singkat dokter beberapa detik setelah melihat garis lurus di mesin, mendesah resah, memerintahkan tim operasi mulai bekerja. Ranjang bapak dibawa ke ruangan sebelah oleh orang-orang berseragan putih.“Bapak belum matiii! [...]

    21. Suka separuh pertama buku ini, dan nggak suka separuh keduanya. Yang memikat saya terutama adalah setting kota Pontianak dan kehidupan di pinggiran sungai Kapuasnya, kalau kisah cintanya sih STDR saja.

    22. Sinopsis BukuAda tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta l [...]

    23. Ughgi2 saya terpesona abis sama buku Tere LiyeSaya paling males baca romance, kenapa ya.ybe krn romance sendiri gak berjalan dengan mulus maybe? Hehekayaknya sayang buang2 waktu baca romance, cinta, cinta, bleughapa hidup cuma cinta ya? makan cinta bisa idup geto?But romance yg kali ini indahhhindah my fave romance by my fave writer 'Love in the Time of Cholera' by Gabriel Garcia Marquez.Di Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, yg membuat super spesial adalah kehidupan para pengemudi sepit iniduh.t [...]

    24. Judul buku : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah,Pengarang : Tele Liye, Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jumlah Halaman : 521 Halaman.Harga : Rp.72.000,- Novel ini bercerita tentang bagaimana orang yang sedang jatuh bercinta dan kapan serta bagaimana seseorang mengalami jatuh cinta dengan penuh arti dan makna. Tokoh utama dalam cerita ini yaitu Bono dan Mei. Kedua insan ini saling memadu cinta. Latar cerita dalam novel ini kebanyakan mengambil tempat di kota Pontianak Kalimantan Barat. Disini p [...]

    25. Novel pertama Tere Liye yang saya baca.Kocak!Bener-bener kocak! (eh tunggu, bukannya ini novel cintah?)Tapi saya gak habis pikir deh. Dulu saya baca kumcer "Berjuta Rasanya" karya Tere Liye kok kayaknya mellow. Novel ini: sinopsisnya mellow, judulnya melankolis abis, covernya mendayu-dayu. Saya pikir isinya juga sedih-sedih, ternyata, enggak sama sekali.Emang ya, jangan men-judge buku dari penulisnya, dari judulnya, dari covernya bahkan dari sinopsisnya!Saya suka gaya bahasa di novel ini. Tokoh [...]

    26. hmm.jak bang tere mempromosikan buku ini di page facebook nya, saya mulai search di berbagai toko buku. Ternyata mudah sekali mendapatkan buku ini, di rumah buku ada 1 di rak buku2nya Tere Liye (walaupun saya yakin masih banyak persediaan bukunya)pertinya buku ini langsung diserbu ketika muncul di toko2 buku (maklum bang Tere emang banyak fans nya :) )Novelnya menceritakan tentang kisah cinta Borno dan Mei. Membaca novel ini jadi suka mesem2 sendiri deh, soalnya ngerasa setiap orang pernah meras [...]

    27. Pak Tua-sahabat sekaligus seseorang yang telah dianggap ayah oleh Borno-boleh punya cerita cinta untuk Andi, sahabat Borno, di saat Borno menagih cerita cinta untuknya Pak Tua malah berujar "untuk seorang pemuda pemilik hati paling lurus di sepanjang Sungai Kapuas, kau pasti punya cerita cinta hebat sendiri, Borno.Ya, cerita cinta hebat itu datang dari orang sederhana, penuh ketulusan, dan kebesaran jiwa. Adalah Borno pemuda kampung di tepian Sungai Kapuas, anak satu-satunya di keluarga tanpa di [...]

    28. Kenapa di cover belakang harus ada:bla bla blaBelinda,calon dokter gigii merusak sudut pandang dan ketertarikan saya terhadap novel inikanya saya buru2 beliSeharusnya nama saya juga bisa nampang disitu, dan saya akan memberikan kata2 yang lebih baik dari Belindabla bla bla, Rina kartika-calon dokter gigiKenapa 2 buku terakhir Tere Liye yang saya baca tidak terlalu seru dan menarik?Biasanya saya selalu terkesan tiap kali menutup halaman akhirnyaTapi baik Bidadari-Bidadari Surga dan buku inirut sa [...]

    29. Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merahmemang bukan novel terbaik Tere Liye. Tapi menurut saya novel ini pantas untuk dibaca. Setting novel di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Langsung saja saya semakin tertarik. Pontianak adalah kota kelahiran saya. Dari segi setting, sangat mendukung sekali. Hal-hal yang berkaitan dengan kota ini digali dan dituturkan dengan apik. Bahkan saya baru mengetahui arti kata 'Pontianak' dari novel ini hehe. Hal-hal sederhana dan kehidupan sederhana penduduk lokal y [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *