Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Filosofi Kopi Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade Pemaknaan kembali kembali kopi Buddha Herman surat tak tarkirimkan cinta sejenis yang manis atau apa pun membuktikan Dee tetap memesona Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan

  • Title: Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
  • Author: Dee Lestari
  • ISBN: 9789799625731
  • Page: 246
  • Format: Paperback
  • Pemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya karya ini.Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yaPemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya karya ini.Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yang tak selalu mampu dikatakan Lewat refleksi dan monolog interior yang digarap dengan cakap dan jernih pembaca diajaknya menjelajahi halaman halaman kecil dalam cerpen yang kini dijadikannya semesta kehidupan.Cerpen cerpen Dee itu persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peracik kopi harum, menyegarkan, dan nikmat pahit, tapi sekaligus mengandung manis.

    One thought on “Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade”

    1. Meski judul buku ini adalah Filosofi Kopi, tapi cerita favoritku adalah Rico de Coro. Cerita tentang sebuah Kerajaan Kecoa yang menumpang hidup di rumah keluarga Haryanto. Ini benar-benar penutup yang cantik untuk buku ini. Cerita tersebut yang bikin mood-ku hari ini jadi lebih ceria. Meski nasib buruk justru menimpa tokoh utama cerita tersebut. Tapi setidaknya (view spoiler)[kepergiannya telah menyelamatkan orang terkasihnya. (hide spoiler)] Selain ceritanya bagus, nilai filosifisnya pun aku su [...]

    2. Tahun 2007, saya membaca cetakan buku ini yang ke sekian. Saya membacanya di Starbuck sebuah mall di ibukota sambil menyeruputkan bibir saya kepada kopi yang sedang saya idam-idamkan. Saya membuka buku itu pertama kalinya di kedai kopi itu setelah mengambil (dan membayarnya) dari kasir.Saya sedang menunggu saat itu, menunggu seorang sahabat sayaSahabat yang akan pergi menjauh dari saya, ini perpisahan untuk saya.Saya sengaja datang dua jam lebih awal dari waktu yang kami janjikan. Saya membeli d [...]

    3. tak seperti puisi. menikmati cerpen kadangkala tidak membutuhkan kerut pikir yang terlalu. dengan mudah kita bisa menghirup kata-kata dan menyadap makna dalam alinea-alinea yang nyaris tanpa jeda. kita tak perlu bersusah payah untuk mengulum semua partikel yang tersusun dalam rangkaian komposisi kata-kata yang disampaikan. kita tak perlu memperhatikan bunyi, gerak, tipografi, irama, pun sunyi. tidak ada sunyi dalam cerpen. semua hadir dalam riuh secara sukarela. sadar dan tidak sadar, membaca ce [...]

    4. Ada beberapa kalimat dari buku ini yang menjadi favorit saya. Contohnya saja yang ini," Suratmu itu tidak akan pernah terkirim, karena sebenarnya kamu hanya ingin berbicara kepada diri sendiri. Kamu ingin berdiskusi dengan angin, dengan wangi sebelas tangkai sedap malam yang kamu beli dari tukang bunga berwajah memelas, dengan nyamuk-nyamuk yang cari makan, dengan malam, dengan detik jam… tentang dia." Surat yang Tak Pernah Sampai ( 2001 )Sumpah, itu galau banget.Dan cerita favorit saya dalam [...]

    5. Ripiu 23 Juni 2010.Baiklah, saya akan coba bedah sedikit isi buku ini per judul. Pendapat yang saya tulis ini adalah sepenuhnya “menurut sayah”. Beberapa judul tulisan yang tidak saya bedah alasannya adalah karena tulisan itu cukup panjang dan tidak cukup menarik, jadi agak males bacanya dan bahasnya. Dan juga karena bisa dibilang tulisan itu memang ada ceritanya atau memenuhi syarat untuk disebut cerpen. Soal bagus atau tidak masih bisa diperdebatkan.Baiklah. Saya mulai.Surat Yang Tak Perna [...]

    6. Bahasanya indah memukau. Pemikirannya dalam meresap ke hati. Kisahnya diangkat dari sisi yang di luar kotak kebiasaan, yang sering kita anggap sisi yang remeh. Secara luarannya ringkas, namun kata-katanya mampu meninggalkan kesan di dalam jiwa.Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.- Filosofi KopiSesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. Kesempurnaan itu memang palsu.- Filosofi KopiDi tengah gurun yang terteba [...]

    7. Awalnya aku ingin menjadi seseorang yang seperti Ben, mengembangkan bisnis kopi secara profesional, sampai harus berkelana segala ke sejumlah negara di luar negeri. Namun, aku urungkan niat setelah tahu kalau Ben hanya diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebaknya dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan Ben terperangkap dalam kesempurnaan palsu, kesempurnaan artifisial.Akhirnya, aku memutuskan untuk jadi seekor kecoak saja, menjadi seekor Rico De Cor [...]

    8. Kali pertama saya membaca Filosofi Kopi ketika tahun 2007. Setahun setelah buku ini dianugerahkan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 oleh Majalah Tempo. Setahun setelah buku ini terbit dan dicetak ulang berkali-kali. Dan beberapa menit sebelum teman saya yang akan berangkat untuk berpisah datang menjumpai saya untuk berdiskusi kecil.Kali kedua saya membaca Filosofi Kopi ketika lima tahun yang lalu kali pertama saya membacanya. Enam tahun buku itu dianugerahkan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 ol [...]

    9. Yeay! I finished reading Filosofi Kopi this early evening thanks to SaturdayBaiklah, kembali semula ke resensinya.Filosofi Kopi adalah kumpulan antologi yang merakamkan realiti perjuangan, cinta, harapan, juga kekecewaan, dan kehidupan. Jika mahu dituntas menjadi satu kata, saya hanya bisa mengujar 'universal'. 'Terlalu indah'. Oh maaf, itu sudah tiga kata jika ditotalkan. Apakah yang seuniversal-universalnya mengenai naskhah ini? Mungkin kerana sudut pandang saya yang melihat akan kesejagatan k [...]

    10. Menjelang malam, sesudah lelah browsing saya ingat salah satu doping: Kopi. Sementara saya sadar bahwa segelas kopi bisa berarti neraka bila diteguk di malam selarut ini, cukup lah saya mengingat cerita tentang kopi.Konon buku ini vukup ringan dan ada cerita tentang kopinya. Bisalah dibeli nanti di April baru bersama angka 15% yang terdengar merdu bagi PNS seperti saya.Lepas itu, sedikit cerita tentang minum kopi. Saya kembali ingat salah satu tempat minum kopi yang terenak buat lidah saya. Buka [...]

    11. Filosofi Kopi : Kumpulan Cerita dan Prosa Satu DekadeSumpah nyari buku ini susah banget, karena uda lama dan laris, terpaksa saya nunggu cetakan berikutnya yang baru keluar mungkin sekitar bulan desember-januari kemaren fyuuuhhhoverall, buat saya yang gak terlalu suka sastra, prosa dll hehe, menurutku sih buku ini ada bagian bagusnya dan jeleknya (semua aja kali :p). Ada beberapa cerita yang bagus, karena ceritanya menyentuh (tentunya objek yang dimaksud bukan jidad), karena ceritanya aneh, gak [...]

    12. Super!18 cerita dan prosa dalam satu buku. kagum dengan semua ide yang bisa muncul di kepala dee. menganggumkan!setelah dihitung secara matematis, rata2 dari seluruh nilai cerita, poinnya 3,4. Dan poin 5 untuk cerita Spasi. suka banget.spasi, surat yang tak pernah sampai, mencari herman, salju gurun, cerita yang masuk list paling atas favoritku. rico de coro dan sepotong kue kuning, dua yang kurang begitu aku suka. cetak biru, cuaca, lilin merah, buddha bar, empat yang tidak aku dapatkan makna m [...]

    13. Buku ini sungguh luar biasa. two thumbs upBuku ini awalx aq beli krn penasaran dengan judulx, ternyata setelah aq lahap abis isix, ada sensasi tersendiri yang tak pernah aq rasakan seperti saat membaca buku-buku sastra yang lain.Buku ini ngasih aq spirit baru untuk berani mengatakan pada diri aq:"Aq siap jadi penulis, I am ready to be the next great author". paling tidak langkah pertama itu sudah aq mulaiBuku ini aq beli 15 januari 2010, dan selesai aq baca keesokan harix.Untaian kata dan filoso [...]

    14. To me this book is like a bible. I read it religiously, almost everyday. Especially at night when i can't sleep easily. Not that this book makes me sleepy, but it makes me sleep with a smile :)The books consists of some short stories, with different themes. I like Dee's writing. She picks some ordinary words, and put them all together in an extraordinary sentence. I can read one sentence over and over, just to get into its deepest meaning.Some stories are very related to my current life. About l [...]

    15. Saya tak menyangka, prosa-prosa di dalam buku ini bisa membawa kita pada keadaan "menganggukkan kepala". Ketika membaca ini, hati saya sedang dibalut rasa sesal tak karuan dan saya seakan dibuat lebih menerima dan memahami akan alasan-alasan mengapa hati saya tak karuan. Saya tak menyangka buku ini benar-benar menyuguhkan cerita yang apa adanya dan sederhana. Kita bisa membaca kisah indah hanya dari kanan dan kiri kita, bukan dari hal yang muluk-muluk.Seperti cuaca.Seperti kuda liar.Seperti kisa [...]

    16. Ada dua jenis sunyi. Pertama: Sunyi yang memanggil sepi. Yang buat kau rasa keseorangan dan kemurungan terus. Sunyi ini hitam likat. Buat kau rasa tidak percaya akan adanya cahaya di dunia. Gelap. Kedua: Sunyi yang buat kau sendiri lalu terus khayal dalam dunia diam yang penuh kebisingan. Dunia terasa nyaman tapi dalam diri kau gelodaknya berantak ingin dipecahkan. Sunyi ini warna bermacam, dia berubah mengikut akal yang menyedutnya.Buku ini membawa sunyi kedua. Dan seperti menghirup kopi, kamu [...]

    17. Entah aura apa yang ngebikin buku-buku dari Dee Lestari ini selalu bikin pembacanya jadi mikir tentang hal-hal yang "dalem".Filosofi Kopi ini termasuk buku paling cepet yang pernah aku baca. Sekali duduk langsung.blas! Habis Keren dan unik banget ceritanya. Sumpah Cuma Mbak Dee yang bisa mencampur adukkan cerita lucu dan bermakna kehidupan dalam sebuah cerita. Filosofi Kopi ini dalem banget Dalem pokoknya!

    18. Nyatanya aku tenggelam dalam cerpen akhir. Ungkapan kebanyakan orang mengenai cepren Rico de Coro sebagai yang terenak ternyata telah kurasakan.Sebelum masuk dalam cerpen tersebut, aku berkomitmen untuk tidak meng-iya-kan rasa itu pascamembacanya, tapi apa daya makna komitmen tiadalah bermakna setelah baca cerpen itu. Cerpen itu sukses, banget sukses, buatku mengatakan ENAK, malahan ENAK BANGET, walaupun dengan rasa terpaksa. Haha

    19. Bagi sayaFilosofi kopi,Lana, dan Salju Gurun menjadi bintang di buku ini, selebihnya yang lain saya nggak ngerti karena tata bahasanya yang tinggi, atau malah biasa biasa saja menurut saya.

    20. [More like 3.5 stars tbh]Saya suka banget sama cerita terakhir dalam buku ini, which is 'Rico de Coro'! That story was so hilarious and a lil bit disgusting but also giving us a new perspective from a cockroach's point of view lol. Overall, this book was good!

    21. Dulu sekali, dua tahun yang lalu, satu dua cerita dalam buku ini telah saya baca. Satu dua cerita tersebut, saya baca di perpustakaan kampus, dalam waktu yang ringkas. Sembari dalam hati menandai akan meneruskan kumpulan cerita Dee ini. Tapi ternyata, saya tidak berhasil menuntaskannya. Lalu beberapa waktu belakangan ini, saya mendapatkan ebooknya. Sayang, ebooknya pun tak berhasil saya selesaikan. Dan bersama Madre, saya meminjam Filosopi kopi. Menuntaskan cerita yang terlanjur mulai dibaca.Cer [...]

    22. Filosofi Kopi adalah kumpulan cerita pendek dan prosa yang ditulis oleh Dee selama satu dekade - dimulai dari tahun 1995 hingga tahun 2005. Buku ini berisi 18 judul; campuran dari cerita pendek dan prosa penuh arti yang mendalam dan membekas di hati. Membaca prosa bagiku sedikit banyak terasa seperti membaca sebuah puisi karena tulisan yang singkat; tetapi dibandingkan dengan puisi, prosa berbicara dengan lebih jelas dan tidak memiliki makna tersembunyi seperti puisi pada umumnya. Awalnya saat m [...]

    23. Selalu saja ada cerita lain yang lebih menyita perhatian daripada cerita utamanya—menurut saya. Di Madre, saya bukan tak suka dengan kisah utama dalam buku itu, hanya ada cerita lain yang jauh menarik perhatian saya melebihi semua cerita pendek dalam buku itu. Mengejar Layang-layang, dua orang sahabat yang sama-sama frustasi akan cinta, bedanya yang satu terus mencari sedangkan yang satu terus menunggu.Di buku ini, filosofi kopi, cerita utamanya kalah pamor lagi, di mata saya. Ada satu cerita [...]

    24. RESENSIDelapan Belas cerita pendek yang dibuat dalam rentang waktu tahun 1995-2005 tersusun dalam buku yang berjudul Filosofi Kopi. Masih sejenis dengan kumpulan cerita pendek dan prosa Madre, Dewi Lestari mengumpulkan cerpen-cerpen dan prosa itu dan meberi judul buku kumpulan itu dari judul cerita pendek pertama yaitu "Filosofi Kopi". Untuk lebih menonjolkan kemasannya maka ditambahkan subjudul: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. Hal ini tentu saja akan sedikit memberikan gambaran mengenai [...]

    25. Cerita utama dalam buku Filosofi Kopi bercerita tentang Ben dan Jody. Ben merupakan seorang barista yang handal dalam meramu kopi. Ben dan Jody mendirikan suatu kedai kopi yang disebut ‘Filosofi Kopi temukan Diri Anda Di Sini.’Ben memberikan sebuah gambaran singkat mengenai filosofi kopi dari setiap ramuan kopi yang disuguhkannya di kedai tersebut. Kedai tersebut menjadi sangat ramai dan penuh pengunjung.Suatu hari, seorang pria kaya menantang Ben untuk membuat sebuah ramuan kopi yang apabil [...]

    26. Reading from its title "Filosofi Kopi" ("The philosophy of Coffee") one might think that the book is filled with collections of exciting, epic stories that offer a fresh perspective about the popular roasted, brown seeds we know as coffee. However to my dissapointment, the book is not all really about coffee. There is only one story that's associated with the book's title. The rest are merely love stories (and by saying this I don't mean to dislike the book).The book in overall doesn't allure it [...]

    27. Sejak dulu saya ngebet sama buku ini sejak melalap habis keempat serial Supernova milik Dee. Pengen beli, tapi keuangan terbatas. Pas duit ada, saya tidak menemukannya di toko buku. Mau nyari ke toko buku yang lebih jauh, gak bisa karena mau ujian. Huhuhuhu, rasanya tragis amat (kok curhat?)Anyway - akhirnya, pustakawan di sekolah saya memberi buku ini kepada saya. Makasih banget, Pak! :DDan saya tahu review ini bakalan condong ke arah subjektif karena Supernova sendiri telah berhasil menghipnot [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *