One thought on “kolom demi kolom”

  1. Sayangnya saya tidak pernah ketemu muka dengan Mahbub Djunaedi. Tapi, saya berani bertaruh kalau orangnya pasti suka bercerita yang lucu-lucu, periang, dan berwajah optimistis. Dalam bayangan saya, dia akan berbicara dengan suara serak dan kencang gaya orang Betawi, serta intonasi yang khas dan sulit diikuti.Pembaca boleh katakan saya sok tahu atau apalah. Tapi, coba saja baca kumpulan kolom-kolomnya yang pernah dimuat di majalah Tempo sejak tahun 1971 sampai 1985, coba rasakan sendiri bagaimana [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *