Penjelajah Antariksa: Bencana di Planet Poa

Penjelajah Antariksa Bencana di Planet Poa Malam panjang telah tiba di planet Poa Malam gelap gulita dengan hawa dingin yang membuat darah pun jadi beku Kaum Terra di planet Poa mulai berkumpul di Kota mereka yang terlindungi oleh langit buata

  • Title: Penjelajah Antariksa: Bencana di Planet Poa
  • Author: Djokolelono
  • ISBN: null
  • Page: 124
  • Format: Paperback
  • Malam panjang telah tiba di planet Poa Malam gelap gulita dengan hawa dingin yang membuat darah pun jadi beku Kaum Terra di planet Poa mulai berkumpul di Kota mereka yang terlindungi oleh langit buatan Agaknya malam panjang itu pun akan berlalu tenang.Ternyata tidak Penduduk asli planet Poa ternyata banyak yang tidak percaya akan tekad kaum Terra untuk suatu waktu meniMalam panjang telah tiba di planet Poa Malam gelap gulita dengan hawa dingin yang membuat darah pun jadi beku Kaum Terra di planet Poa mulai berkumpul di Kota mereka yang terlindungi oleh langit buatan Agaknya malam panjang itu pun akan berlalu tenang.Ternyata tidak Penduduk asli planet Poa ternyata banyak yang tidak percaya akan tekad kaum Terra untuk suatu waktu meninggalkan planet itu guna mencari tempat tinggal yang lebih baik Beberapa orang pemimpin mereka memutuskan untuk menghancurkan masyarakat Terra karena merasa didukung oleh kaum Terra asing dari Armada Antariksa Perserikatan Planet planet.Empat orang anak Vied, Veta, Stri, dan Raz terlibat langsung dalam bentrokan yang kemudian terjadi Pertempuran berkobar dimana mana di Flavo, di antariksa, di angkasa, di permukaan planet, dan bahkan di bawah permukaan planet itu sendiri.

    One thought on “Penjelajah Antariksa: Bencana di Planet Poa”

    1. Sesungguhnya, pertama kalinya saya (mencoba) baca novel ini adalah ketika saya kelas 6 SD.Waktu itu setiap minggunya anak2 digiring ke perpustakaan untuk meminjam buku, minimal satu, dan saya tidak sengaja menemukan buku ini di daerah rak yg kayaknya dilewatkan oleh semua orang. Tapi sayangnya waktu itu saya sama sekali tidak selesai bacanya. Sebenarnya lucu ya, saya baca Animorphs dan Goosebumps udah sampe berjilid2 selesai semua, kenapa gak selesai baca novel ini.-timeskip ke masa kini-Waktu s [...]

    2. "Penjelajah Antariksa: Bencana di Planet Poa" bercerita tentang kehidupan para manusia Terra di Planet Poa. Setelah planet mereka hancur, para manusia Terra menjelajahi ruang angkasa, berusaha menemukan tempat tinggal yang baru. Salah satu kelompok penjelajah tiba di Planet Poa dan tinggal di tempat itu, mengira Poa adalah sebuah planet tak berpenghuni. Tapi, saat Malam Panjang tiba, para penduduk planet itu muncul ke permukaan.Kini, bertahun-tahun setelahnya, saat bangsa Terra telah berhasil me [...]

    3. Perlu diingat, target pembaca buku ini adalah anak-anak sekitar 7-14 tahun. Jadi gaya bahasanya pun mengikuti gaya bahasa anak-anak yang sederhana dan konflik di dalamnya pun gak ribet-ribet biar anak-anak bisa ngikutin. Pendalaman karakter pun gak digali lagi karena mungkin dianggap gak perlu, jadi ya semua ngambang di permukaan aja. Padahal saya mengharapkan intrik politik dan intrik keluarga, tapi itu semua nggak ada di buku ini. Kalo untuk anak-anak, buku ini sudah cukup bagus.

    4. 3.5Butuh 90-an halaman untuk akhirnya bisa menikmati buku ini. Buku yang bagus dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Tapi tampaknya terhalang target pembacanya yang anak-anak. Sehingga halamannya kurang banyak. Setting dan karakternya juga kurang tereksplorasi. Plotnya bagus, tapi karena halamannya sedikit, jadi ya terlalu cepat!

    5. "Mudah saja bagi kita memaksa tinggal di sini dan membuat orang Poa tak berkutik, tetapi tak baik merampas rumah milik orang lain, bukan?" (hlm. 10)☀Penduduk Terra berpencar mencari planet baru setelah bumi tmptnya tinggal hancur akibat perang. Mereka berjanji tdk akan menempati planet sdh berpenduduk. Akhirnya, satu koloni menemukan planet Poa, planet yg subur & tak berpenghuni. Tapi, 6 bln kemudian saat Malam Panjang tiba, orang asli Poa muncul dr bawah tanah. Janji hrs ditepati, pendudu [...]

    6. Untuk ukuran cerita yang diterbitkan pertama kali tahun 1985, buku ini keren banget. Ngebacanya kayak nonton Star Wars deh. Tapi ya, buat ukuran buku anak-anak, perang yang digambarin di kisah ini makan korban yang sama sekali nggak sedikit. Untungnya nggak digambarin secara detil berapa ribu orang yang jadi korban, seberapa parahnya efek pasca perangnya. Kalau iya, bakal jadi buku buat kalangan dewasa kayaknya hahahaha

    7. Kupikir ini kisah semacam Star Wars yang lain. Ternyata beda banget!! Menilik buku ini pertama kali ditulis pada tahun 80an, kisah ini agaknya memang luar biasa. Fiksi ilmiah banget. Cuma agak ngganjel aja jika mau bahas karakternya, gini deh, segmennya memang untuk semua umur sih, jadi ga heran jika penokohannya lugas-lugas simple gitu. Tapi Apa yang terjadi di sini pas mantab banget untuk mengawali sebuah petualangan besar di buku-buku selanjutnya.

    8. "Orang berani biasanya beruntung." -Jenderal Tex.Petualangan seru dialami Raz dan keluarganya dalam menghadapi serbuan koloni Terra yang datang dari galaksi luar. Berbekal keberanian dan tekad yang kuat pembaca diajak menyelami dongeng petualangan yang menghanyutkan. Sebagai cerita sains fiksi lokal yang memukau. Seri Penjelajah Antariksa memiliki premis yang memikat.Ditulis dalam bab-bab yang penuh aksi, kita seakan diajak menjelajahi Planet Poa bersama para tokoh di dalamnya. Ras manusia Terra [...]

    9. Awalnya kukira ini cerita petualangan menjelajah angkasa luar (seperti Jatuh ke Matahari) begitu, tapi ternyata ceritanya lebih ke battle-space-story daripada adventure. Bukannya itu adalah hal buruk, aku sendiri menikmati saat-saat adu strategi dan adegan perangnya yang "menggelegar" ditambah kekisruhan politik yang membumbuinya. Berbagai acuan teknologi dan scifi kental terasa di setiap bagian, terpapar dengan lumayan detail dan enak diikuti, tidak terasa kejanggalan *kewaguan* bercerita sama [...]

    10. Tidak pernah terfikirkan oleh saya sebelumnya - jauh sebelum saya menemukan buku ini - bahwa ada penulis kita yang pernah menjamah area science-fiction di jaman-jaman sebelumnya. Jaman-jaman dimana romantisme dan "slice of life" menjadi bacaan standar selain buku-buku propaganda dan berbasis politik.Mungkin saya tidak dapat membaca bagaimana cerita yang dibawakan oleh Djokolelono ini seakan seperti satir terhadap keadaan kehidupan di tahun 1985 silam. Atau mungkin beliau hanya ingin menuliskan s [...]

    11. really a page turner!!beli krn iseng, krn covernya yg shiny. awalnya skeptis, krn scifi kok yg nulis namanya jadul bgt. pas dibaca dr halaman2 pertama alurnya udah cepet dan ternyata kok lumayan dan cukup gampang diikuti. ceritanya semacam Ender's Game, perang2 antar galaksi gt, dan makin ke belakang alurnya makin kerasa cepet bgt. BANGETmpet ngerasa alurnya terlalu cepat, tp jd maklum sih, krn di satu buku berusaha menceritakan bencana awal di planet poa selama 48 jam. tp ya kdg juga agak ga ma [...]

    12. Bagus sih. Gak nyangka ada cerita tentang perang luar angkasa karya lokal.Cerita pun lumayan seru, namun yang aku sayangkan cerita novel ini langsung to the point tanpa perkenalan setting dan tokoh yang kurang membangun pondasi cerita.Setting tempat, pondasi cerita, penokohan tidak terbangun dengan bail.Seandainya ada gambaran mengenai Planet Poa itu seperti apa, alamnya bagaimana, lokasi di mana, dan sebagainya maka Planet Poa akan terasa lebih indah, lebih dekat dan lebih dikenal pembaca. Coba [...]

    13. Buku ini melampaui masanya. Terutama di tahun 1985 saat pertama kali terbit. Bahkan hingga saat ini-pun, jarang sekali penulis di Indonesia berani membawa pembaca ke petualangan di luar Bumi dengan teknologi canggih dan pertempuran pesawat-pesawat antariksa. Singkatnya, saya sangat menikmati petualangan pertama empat bersaudara: Vied, Veta, Stri, dan Raz. Pada buku ini, planet mereka tinggal, Poa, diserang kaum manusia lain dari luar sistem galaksi mereka. Serunya, kejadian tidak sesederhana itu [...]

    14. Berbicara mengenai Sci-fi, ternyata Indonesia memiliki segudang penulis dengan karya-karya Sci-fi yang bahkan ada yang mendahului Star Wars. Bisa dibilang Penjelajah Antariksa karya Djokolelono inilah yang menjadi pendahulu Star Wars.Novel ini sebenarnya diterbitkan sejak lama, bahkan jauh sebelum saya lahir. Dan sekarang akhirnya bisa menikmati salah satu karya literatur dari bangsa kita sendiri yang sebenarnya jauh luar biasa bagus sekali.Mbah Djokolelono ini adalah orang yang melampaui zamann [...]

    15. Saya Bingung Ini seharusnya cerita anak-anak atau dewasa ?Karena tokoh-tokoh utamanya bisa dikatakan anak-anak hingga remaja yang tergambar dengan jelas melalui dialog-dialog hingga poa pikir yang ya kekanak-kanakan.Tapi situasi yang melatar belakangi kisah ini lumayan kompleks untuk dikatakan sebagai bacaan anak-anak. Apalagi nama-nama karakter yang luar biasa banyak dan tidak mudah untuk diingat dalam sekali baca (mirip baca cersil deh, begitu banyak karakter yang bermunculan di sana0-sini).I [...]

    16. Baru pertama kali baca aliran buku yang seperti ini. Bagus, berasa ditarik ke dunia tersebut, tak henti-hentinya mengkhayal. Perang sesama kaum Terra juga lumayan menarik *mungkin sangat menarik* konflik yang dibangun cukup bagus. Masalah intriknya saja yang kurang rumit, hal itu cukup wajar sih kalau dilihat dari karakter-karakter di dalam buku yang sepertinya ditargetkan untuk anak-anak.

    17. A classic work of science fiction from Indonesia. I really love the story and immersed myself in it when I read it in my childhood life.If any of you guys have this series, I'd willing to buy the book. Especially if you have the completed series.Some of you might think Djokolelono's science fiction work not original but to me he was a pioneer in this genre in Indonesia.

    18. Tidak disangka, susah banget berhenti membaca buku ini. Sama kayak yang dibilang mbak Cindy di ulasannya, buku ini sama sekali tidak 'wagu' walau kisahnya ala-ala Star Wars banget. Ulasan agak panjang ada di siniTerima kasih buat Steven yang sudah menghibahkan buku keren ini.

    19. sukkaaaaaa! entah mengapa waktu baca awalnya tentang malam yang panjang jadi keinget intronya game of thrones. overall suka sama ceritanya, meski ada beberapa kalimat yang rada melemnceng/ ngak sesuai. tapi saya penasaran banget dan pengen baca lanjutannya seperti apa :)

    20. Liat buku ini di toko buku. Kok covernya menarik. Judulnya juga. Beli deeeeh. Ehh ternyata buku lama yak tahun 1985, cuma dicetak ulang dengan sampul berbeda.Seru eyyy petualangannya. Siap-siap beli seri selanjutnya :D

    21. ketika semangat membaca saya menurun drastisditerapi dengan segepok donal bebekdan akhirnyajrreengbuku ini menyelamatkan harieyang Djoko luar biasa.lakan baca sendiri. pandai nulis review^^

    22. The guys from Blizzard must read this! This can be used as a comparison reference before the Terrans were pitted in the lasting conflict in StarCraft games.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *